Tidak ada pemasar yang akan mempertanyakan kebutuhan akan data berkualitas tinggi, terutama karena konsumen menuntut pengalaman yang semakin dipersonalisasi dari merek. Namun, terlepas dari kebutuhan tersebut, kualitas data tetap menjadi hambatan yang signifikan bagi merek dari semua ukuran, yang berarti banyak pemasar akan berjuang untuk membangun hubungan yang relevan yang dicari konsumen.
First-party data is the lifeblood of any brand’s marketing efforts, and 86% of the marketers surveyed for this year’s Laporan Pemasaran Tahunan Nielsen recognize its importance. Despite the acknowledgement, however, overall confidence in data quality is universally low. For example, 41% of the marketers at large companies (defined in the report as organizations with marketing budgets of more than $10 million) view data accuracy as a challenge. But they’re not alone.

Data is the key to developing the personalized experiences consumers are seeking, yet first-party data typically highlights brand-specific interactions. So in that regard, first-party data does not provide information about consumer behavior away from any given brand. Second- and third-party data provide brands with information about what consumers do when they’re not directly engaging with the brand. For true omnichannel marketing efforts, marketers need information beyond direct brand engagement. Surprisingly, especially when customer acquisition is a top priority for marketers this year, brands have yet to embrace data partnerships as a way to enrich their own first-party data.

Yang penting, data tersedia dari berbagai sumber. Dan seiring dengan meningkatnya konektivitas dan interaksi digital, sumber-sumber baru akan terus bermunculan. Yang cukup mengejutkan, merek-merek dari berbagai ukuran terutama berfokus pada sumber data yang menyoroti tindakan di akhir perjalanan konsumen, seperti pembelian aktual, tagihan kartu kredit, atau interaksi dengan halaman web. Ketika pemasar mulai berfokus pada keseluruhan perjalanan konsumen dan bukan hanya pada titik akhir, solusi atribusi multi-sentuh akan menjadi sangat penting dalam mengidentifikasi semua titik sentuh dan bukan hanya titik terakhir.

Kini, setelah lebih dari 12 bulan pandemi berlalu, bisnis harus terus mengumpulkan data untuk mengetahui cara berinteraksi dengan konsumen di tengah disrupsi dan perubahan yang terus terjadi. Dan seiring dengan erosi data yang terus berlanjut, kemitraan data harus menjadi prioritas utama. Data dan keterlibatan tingkat orang adalah kunci keberhasilan pemasaran ke depannya, dan banyak alat dan solusi yang telah dikembangkan untuk memberi manfaat bagi merek dan anggaran dari semua ukuran.
For additional insights, download the 2021 Nielsen Marketing Report: Era of Adaptation.



