Komunikasi bisa terjadi dalam berbagai bentuk, tetapi bahasa adalah dasar dari setiap dialog. Di AS, bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan, namun bahasa Inggris bukanlah satu-satunya bahasa yang digunakan oleh lebih dari 325 juta penduduknya setiap hari-dan banyak di antaranya yang menggunakan lebih dari satu bahasa. Mungkin tidak mengherankan jika bahasa Spanyol merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di AS, karena orang Hispanik merupakan 18% dari keseluruhan populasi (dan merupakan kelompok etnis atau ras yang paling cepat berkembang). Yang penting, sekitar 75% orang Hispanik AS adalah dwibahasa-meskipun sebagian besar lahir di AS.
What’s driving this connection to the Spanish language? According to Stacie de Armas, VP, Strategic Initiatives & Consumer Engagement at Nielsen, it’s primarily driven by a desire to “connect in culture.” As we reported in our recent La Oportunidad Latinx: Mata Uang Budaya dan Perjalanan Konsumen report, 71% of Hispanics speak Spanish in the home, either primarily or in combination with English. And as a result, the Latinx community connects with content and brands in both English and Spanish as an important part of the ambicultural (being 100% fluent in more than one culture) experience.
Catatan: Nielsen menggunakan istilah Latinx untuk merujuk pada jenis kelamin yang tidak ditentukan. Keputusan ini merupakan sebuah anggukan terhadap inklusi yang lebih besar terhadap perempuan, LGBT+ dan Hispanik non-biner, serta semakin populernya istilah ini di media sosial dan tulisan akademis.

