Bagaimana dampaknya terhadap penjualan?
Au cours de ces dernières années, les spécialistes du marketing ont de plus en plus misé sur l’attrait du « Brand Purpose Advertising » pour attirer l’attention des consommateurs, mais quels sont réellement les résultats de cette nouvelle façon de communiquer ?
Cette tendance publicitaire s’explique par les préoccupations croissantes des consommateurs en matière d’éthique ainsi que de leurs attentes sur le fait que les marques soient socialement responsables. Selon une enquête de NielsenIQ France, plus de 75 %* des consommateurs ont déclaré que le packaging écoresponsable, le bien-être des animaux et la responsabilité sociale des entreprises sont des facteurs importants dans leurs décisions de consommation.
Oleh karena itu, merek-merek ingin mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam komunikasi mereka. Akibatnya, jumlah iklan yang mengacu pada "Brand Purpose" atau tanggung jawab sosial telah meningkat hampir 250%** dalam lima tahun terakhir, dengan tahun 2020 mengalami peningkatan yang paling signifikan.
Jadi, apa dampaknya terhadap penjualan? Seberapa efektif tren baru ini? Bagaimana perbandingannya dengan iklan konvensional yang berfokus pada fitur produk?
Unduh dokumen kami untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Ingin tahu lebih lanjut tentang Brand Purpose Advertising? Para ahli kami dengan senang hati akan menjawab pertanyaan Anda!
*Source : NielsenIQ France – Panel View basé sur le panel de consommateurs HomeScan | 9 932 réponses du 11 au 22 déc. 2020
**Source : Nielsen Ad Intel – France, juillet 2016 – juin 2021, catégories PGC, médias traditionnels (TV, affichage, radio, presse)
Metodologi
Untuk menjawab pertanyaan ini, Nielsen memanfaatkan basis data yang mencakup 15 model campuran pemasaran (MMM). Dalam setiap studi yang dilakukan antara tahun 2017 dan 2020 untuk merek-merek barang konsumsi di Prancis, kampanye yang disebut "Purpose" dan kampanye yang berfokus pada produk telah dimodelkan. MMM juga merupakan regresi Bayesian yang memungkinkan pemecahan penjualan per toko dan per minggu melalui faktor-faktor komersial, pemasaran, dan faktor eksternal lainnya, sehingga dapat mengukur secara tepat efektivitas (penjualan/paparan media) dan ROI (penjualan per euro yang diinvestasikan dalam media) dari setiap kampanye yang diteliti.



