
Sejak tahun lalu, penyebaran virus corona baru telah mempercepat penggunaan teknologi digital di Jepang. Karena aktivitas offline tidak lagi dapat dilakukan dengan bebas seperti sebelumnya, semakin banyak konsumen yang memilih "online" sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari hiburan, komunikasi, pendidikan, makanan, hingga belanja. Pembelian produk segar secara online merupakan salah satu contoh yang patut diperhatikan dalam hal ini.
Membeli makanan segar secara online mungkin terasa asing bagi konsumen yang terbiasa memeriksa kesegaran produk secara langsung sebelum membeli. Namun, hingga Januari 2021, wilayah metropolitan Tokyo dan daerah lain masih berada di bawah status darurat kesehatan masyarakat yang kedua, dan diperkirakan psikologi untuk mengurangi kontak langsung di toko akan terus berlanjut. Dalam situasi ini, metode pembelian baru berupa pembelian makanan segar secara online berpotensi meresap ke dalam kehidupan banyak konsumen.Jika belanja online menjadi pilihan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, diperkirakan mereka akan terus menggunakan layanan ini di masa mendatang. Dalam situasi ini, untuk memperluas pangsa pasar di bidang belanja online, perusahaan pengelola situs belanja online perlu memahami dengan tepat kebutuhan konsumen di era normal baru dan mengoptimalkan penawaran produk serta lini produk sesuai dengan kebutuhan tersebut.
- Selama pandemi COVID-19, pembelian produk segar secara online meningkat.
Sebelum pandemi COVID-19, pembelian makanan segar di supermarket terdekat merupakan hal yang biasa bagi konsumen, dan banyak orang menganggapnya sebagai barang yang tidak termasuk dalam kategori belanja online. Namun, sejak April tahun lalu, pembatasan jam operasional toko akibat deklarasi keadaan darurat dan kekhawatiran akan kontak langsung telah membuat pembelian di toko fisik tidak lagi se sering sebelumnya. Di sisi lain, dalam situasi di mana gaya hidup di rumah dianjurkan, kebutuhan akan makanan segar untuk konsumsi di rumah tetap tinggi, sehingga banyak orang mulai memilih belanja online sebagai alternatif.Menurut data Digital Consumer Database 2020, 28% dari total responden yang pernah membeli bahan makanan segar secara online menyatakan bahwa mereka mulai membeli secara online atau meningkatkan frekuensi pembelian sejak April 2020, angka ini merupakan persentase tertinggi di antara semua kategori (Gambar 1). Selain itu, sekitar 50% dari responden tersebut menyatakan bahwa mereka ingin terus membeli secara online bahkan setelah dampak pandemi COVID-19 mereda.

2. Optimasi lini produk sesuai dengan pembeli produk segar secara online.
Makanan segar merupakan kategori yang masih memiliki jumlah pengguna yang relatif sedikit dibandingkan dengan kategori lain seperti fashion, kosmetik, atau buku, yang sudah banyak dibeli secara online. Banyak konsumen yang masih ingin memeriksa kesegaran produk secara langsung sebelum membelinya, sehingga bagi mereka, berbelanja online untuk makanan segar merupakan tantangan baru. Oleh karena itu, kelompok konsumen yang cenderung lebih terbuka terhadap tantangan baru, seperti generasi muda, atau mereka yang kesulitan berbelanja di toko fisik karena berbagai alasan, diperkirakan akan menjadi pelanggan utama yang berbelanja makanan segar secara online.Secara aktual, ketika melihat persentase orang yang pertama kali membeli produk segar secara online atau meningkatkan frekuensi pembeliannya berdasarkan atribut, kelompok usia di bawah 49 tahun mencapai 31%, kelompok rumah tangga "keluarga dua generasi yang tinggal bersama anak-anak" mencapai 37%, dan "hidup sendiri" mencapai 30%, yang semuanya lebih tinggi dibandingkan atribut lainnya (Gambar 2).

Generasi muda yang memiliki literasi digital tinggi cenderung sudah terbiasa berbelanja online sejak lama. Jika terjadi pembatasan atau ketidaknyamanan dalam aktivitas offline, mereka secara alami akan mencari solusi melalui platform online. Konsumen yang sedang mengasuh anak kemungkinan besar beralih ke belanja online karena kesulitan untuk membawa anak-anak mereka keluar rumah seperti sebelum pandemi COVID-19.
Bagi perusahaan yang mengoperasikan situs belanja online yang menjual produk segar, kategori produk segar masih tergolong baru, sehingga jumlah pesaing yang masuk ke kategori ini belum sebanyak kategori lain seperti fashion atau kosmetik. Oleh karena itu, saat ini, di mana pola pembelian baru sedang terbentuk, dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperluas penjualan dan merebut pangsa pasar. Salah satu strategi untuk mencapai kesuksesan, misalnya, adalah menawarkan paket sayuran potong dalam kemasan kecil untuk konsumen muda atau yang tinggal sendirian,paket makanan siap masak yang sudah diolah dan dilengkapi bumbu, serta produk makanan bergizi untuk anak-anak bagi keluarga yang memiliki anak. Pada Januari 2021, di tengah ketidakpastian kapan pandemi COVID-19 akan berakhir, penting untuk menilai keberlanjutan perilaku belanja baru yang telah berkembang tahun lalu, serta memahami dengan tepat target pasar dan kebutuhannya sedini mungkin, dan menyesuaikan strategi sesuai dengan itu.



