EPISODE 25
Dalam hal keberlanjutan dan kebaikan sosial, peran apa yang harus dimainkan oleh perusahaan? Saat ini, banyak orang yang semakin mengharapkan perusahaan menginvestasikan waktu, uang, dan bakat mereka untuk membuat komunitas tempat mereka beroperasi menjadi tempat yang lebih baik.
In fact, according to a global survey conducted last year in collaboration with Nielsen, a whopping 81% of global respondents felt strongly that companies should help improve the environment. And this passion for corporate social responsibility (CSR) is shared across gender lines and generations.
Kewarganegaraan perusahaan mengacu pada tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat, baik itu praktik lingkungan, sosial, maupun tata kelola (ESG). Upaya ini dapat mencakup apa saja, mulai dari produk yang berkelanjutan atau produk kompos hingga investasi dalam kegiatan amal dan kesukarelaan karyawan.
In an earlier episode this season, we discussed the business of sustainability and identified the differences between sustainability and CSR. In this episode, we’re exploring how brands are incorporating CSR into their daily business practices, how they’re engaging their employees to amplify their impact and retain talent, and how social good can be good for communities and the bottom line.
Pertama, Andrea Bertels, VP Tanggung Jawab dan Keberlanjutan Global di Nielsen dan Direktur Eksekutif Pemberian Hibah untuk Nielsen Foundation, memberikan wawasan tentang inisiatif CSR Nielsen sendiri. Kemudian, Melanie LaGrande, VP Tanggung Jawab Sosial untuk Major League Baseball, dan Julia Wilson, VP Tanggung Jawab dan Keberlanjutan Global di Nielsen, mendiskusikan seperti apa CSR untuk MLB dan bagaimana merek dan organisasi hiburan besar lainnya dapat belajar untuk memasukkan kebaikan sosial ke dalam praktik bisnis mereka sehari-hari.
Looking for more episodes? Subscribe to The Database on iTunes, Google Play or Stitcher, and catch up on previous episodes on our Megaphone page.



