Pesan untuk Jurnalis dan Editor:
- A Nielsen mencionou um jornalista e um editor para que ele possa usar a mesma metodologia de pesquisa da Nielsen em seus negรณcios, incluindo dados da Nielsen como uma soma de informaรงรตes.
- Para que vocรช possa ter acesso aos dados de referรชncia da Nielsen, entre em contato com a Nielsen por telefone para obter mais informaรงรตes.
- A Nielsen tem uma equipe de suporte que pode ser usada para fornecer dados Nielsen para os clientes.
ย
Perturbaรงรฃo da vida cotidiana em 2016
Categorias de interesse: Pemerintahan e Polรญtica Parlamentar: a importรขncia da informaรงรฃo para o futuro em 2016
Como as categorias de produtos sรฃo mais importantes do que o normal em um perรญodo de trรชs meses
Jakarta, 1 de fevereiro de 2017 - Pertumbuhan belanja iklan tahun 2016 memperlihatkan pergerakan yang positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 14% di akhir tahun 2016. Dengan angka pertumbuhan tersebut, total belanja iklan di televisi dan media cetak mencapai Rp 134,8 Trilyun. A Demikian menciona o hasil temuan Nielsen Advertising Information Services, que estรก sendo divulgado em outubro pela Nielsen Indonรฉsia.
Kontributor utama untuk pertumbuhan belanja iklan masih dari media TV yang menyumbang 77% dari total nilai belanja iklan dan meningkat sebesar 22% dibandingkan tahun 2015. Sementara itu belanja iklan surat kabar, majalah, dan tabloid sedikit menurun dengan adanya penurunan jumlah media yang beroperasi.
"Belanja iklan di tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Setelah pertumbuhan yang melambat di tahun sebelumnya, di tahun 2016 terlihat bahwa kepercayaan diri pasar sudah bangkit kembali seperti sedia kala. Semua kategori besar menunjukkan pergerakan yang positif", disse Hellen Katherina, Diretora Executiva, Chefe de Negรณcios de Mรญdia da Nielsen Indonรฉsia.
No perรญodo de setembro a junho de 2016, algumas categorias de produtos que geram renda de atรฉ trรชs salรกrios mรญnimos jรก tiveram resultados positivos. Kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik masih menjadi pengiklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp 8,1 Triliun dan bertumbuh 9%, disusul oleh Rokok Kretek dengan total belanja iklan Rp 6,3 Triliun dengan pertumbuhan sebesar 45%. Pengiklan terbesar ketiga adalah Produk Perawatan Rambut dengan total belanja iklan sebesar Rp 5,7 Triliun dan mengalami pertumbuhan 27% dibandingkan dengan tahun 2015. A categoria Telekomunikasi menciona um total de investimentos de cerca de Rp 5,3 Triliun com um aumento de 25%. Di urutan ke lima adalah Kopi dan Teh yang tumbuh 24% menjadi Rp 4,7 Triliun. Kategori ini juga merupakan salah satu kategori produk teratas yang mengalami pertumbuhan belanja iklan paling besar dalam sepuluh tahun terakhir yaitu tumbuh hingga 12 kali lipat dibandingkan tahun 2007.
Sementara itu merek-merek dengan belanja iklan tertinggi sepanjang tahun 2016 adalah Dunhilll (rokok kretek) dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 956 Miliar dan tumbuh signifikan hingga 573% dibandingkan tahun 2015, A Indomie foi excluรญda do total de investimentos em petrรณleo de Rp 787 milhรตes de dรณlares, com um aumento de 19% em relaรงรฃo ao mesmo perรญodo do ano anterior. A Traveloka, por sua vez, รฉ a รบnica instituiรงรฃo de ensino que possui uma carteira de crรฉdito total de Rp 688 milhรตes. Dari jajaran institusi pemerintahan, Kementerian Kesehatan juga masuk dalam daftar pengiklan terbesar di tahun 2016 di urutan ke enam dengan total belanja iklan dua kali lipat dibanding tahun 2015 yaitu sebesar Rp 569 Milyar.
Competiรงรฃo de prรชmios para empresas de tecnologia de ponta
A categoria Teh tem sido um dos principais motivos de orgulho para os usuรกrios de TV e mรญdia. Di tahun 2007, nilai belanja iklannya di TV dan media cetak mencapai Rp 311 Miliar sedangkan di tahun 2016 belanja iklan kategori Teh mencapai Rp 2,7 Trilyun atau tumbuh hampir sembilan kali lipat. Jika dilihat lebih detail berdasarkan jenis produknya, pertumbuhan belanja iklan kategori Teh tersebut sangat didorong oleh Teh Siap Minum yang berkontribusi hingga 77% terhadap total belanja iklan kategori Teh atau setara dengan Rp 2,1 Trilyun di tahun 2016. Dengan nilai tersebut, belanja iklan produk-produk Teh Siap Minum tumbuh 11 kali lipat dari nilai di tahun 2007. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan belanja iklan Teh Reguler yaitu 5 kali lipat dan mencapai Rp 610 Milyar di tahun 2016.
Terus meningkatnya nilai belanja iklan produk-produk Teh Siap Minum turut dipengaruhi oleh bertambahnya pengiklan di industri ini dari tahun ke tahun. Di tahun 2016, tercatat ada sebanyak 16 pengiklan dan 20 merek Teh Siap Minum yang mempunyai aktivitas beriklan di TV atau media cetak. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan dengan di tahun 2007 yaitu sebanyak 7 pengiklan dengan 12 merek.
Di tahun 2016, Teh Pucuk Harum yang diluncurkan pada tahun 2011 memimpin daftar urutan pengiklan dengan belanja iklan terbanyak yaitu mencapai Rp381,7 Milyar dan mengalami kenaikan sebesar 26% dibandingkan tahun 2015. A maior parte da receita do ano foi obtida com a Teh Gelas, que registrou uma receita de Rp359,6 milhรตes de dรณlares. Sementara itu, tahun 2016 juga menjadi awal untuk Fiesta Black Tea yang membelanjakan Rp59,2 Milyar untuk beriklan dan berada di urutan ke sepuluh.
Sem dรบvida, a pessoa que estรก em risco de perder o emprego รฉ a mesma que estรก em risco de perder o emprego
De acordo com a pesquisa da Nielsen Consumer Media View, os consumidores que mencionaram o Teh Siap Minum atingiram 75% em junho de 2016. Em relaรงรฃo ร prosentase, 53% dos entrevistados jรก mencionaram o Teh Reguler e 22% mencionaram o Teh Siap Minum. Os consumidores de Teh Siap Minum lembram-se de que os consumidores de produtos siap minum sรฃo mais exigentes do que os consumidores de produtos siap minum, sendo que 81% dos consumidores de refrigerantes, 63% dos consumidores de Jus Siap Minum e 25% dos consumidores de Kopi Siap Minum.
De acordo com os dados do Teh Reguler, a meraka que menciona o Teh Siap Minum รฉ mais condizente com a faixa de renda superior, que รฉ de 31%, e com a faixa de renda de 10 a 29 anos, que รฉ de 52%. Sebaliknya 56% dos membros do gรชnero Teh Reguler tรชm 30 anos de idade ou mais e 24% sรฃo membros do gรชnero biru.
Dengan semakin banyaknya pilihan yang tersedia, frekuensi konsumen dalam mengkonsumsi produk Teh Siap Minum juga menjadi lebih sering. Em junho de 2007, 51% do volume mรญnimo do Teh Siap Minum setidaknya sebulan sekali, e em junho de 2017 o volume mรญnimo era de 65%. O volume de negรณcios do Teh Siap Minum setidaknya seminggu sekali juga meningkat dari 30% di tahun 2007 menjadi 36% di tahun 2017.
*****
Serviรงos de informaรงรตes de publicidade da Nielsen
As informaรงรตes sobre o mercado de mรญdia estรฃo disponรญveis no Advertising Information Services, que monitora as atividades na Indonรฉsia. O monitoramento do setor abrange 15 emissoras de TV nacionais, 99 emissoras de TV aberta e 123 jornais de grande circulaรงรฃo e tabloides. O monitoramento de anรบncios รฉ feito por meio de cartรตes de tarifas brutas, bรดnus, promoรงรตes e links.
Visรฃo da Nielsen Consumer Media
Os dados referentes ao consumo de mรญdia foram coletados na pesquisa da Nielsen Consumer Media View, que foi realizada de forma regular. A pesquisa foi realizada em 11 paรญses da Indonรฉsia, com um total de 16.000 respondentes.
Tentang Nielsen
Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayakย di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com
