- Programa de TV de Kepemirsaan com 25% de desconto
- Kepemirsaan untuk penonton Anak mencapai rating tertinggi di 16,2 persen
- Produtos vitamínicos e suprimentos que podem ser comprados com um total de 20 milhões de rúpias digitais
Jakarta, 23 Maret 2020 – Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya perubahan perilaku konsumen, termasuk dalam hal mengkonsumsi media. Saat Presiden Joko Widodo mengumumkan penemuan kasus pertama COVID-19 pada 2 Maret 2020, belum terlihat perubahan yang signifikan pada pola konsumsi media. Namun semakin intensnya pemberitaan membuat masyarakat mulai memantau setiap perkembangan terkait COVID-19 melalui berbagai media, tak terkecuali televisi. Hasil pantauan Nielsen Television Audience Measurement (TAM) di 11 kota menunjukkan rata-rata kepemirsaan TV mulai meningkat dalam seminggu terakhir, dari rata-rata rating 12 persen di tanggal 11 Maret menjadi 13,8 persen di tanggal 18 Maret atau setara dengan penambahan sekitar 1 juta pemirsa TV.
Durasi menonton TV pun mengalami lonjakan lebih dari 40 menit, dari rata-rata 4 jam 48 menit di tanggal 11 Maret menjadi 5 jam 29 menit di tanggal 18 Maret. Penonton dari Kelas Atas (Upper Class) menunjukkan kecenderungan lebih lama menonton televisi sejak 14 Maret dan jumlahnya juga terus meningkat. Peningkatan ini terlihat dari rata-rata rating 11.2 persen di tanggal 11 Maret menjadi 13.7 persen di tanggal 18 Maret.
Maraknya pemberitaan di sejumlah stasiun televisi terkait COVID-19 di sepanjang periode 1-18 Maret berkontribusi kepada kenaikan kepemirsaan program berita. Kepemirsaan televisi terhadap Program Berita naik signifikan (+25%), terutama pada penonton Kelas Atas. Kenaikan juga terlihat pada Program Anak-anak dan Series.
Kebijakan tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang diterapkan sejak pertengahan Maret juga mempengaruhi kepemirsaan televisi. Segmen pemirsa Anak (usia 5-9 tahun) meningkat signifikan, dari rata-rata rating 12 persen menjadi 15.8 persen di tanggal 18 Maret. Bahkan di Jakarta kepemirsaan di segmen ini mencapai rating tertinggi yaitu 16,2 persen.
Pandemi COVID-19 juga telah menyebabkan isu kesehatan dan kebersihan menjadi hal yang sangat diperhatikan. Laporan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) memperlihatkan bahwa sepanjang bulan Maret, frekuensi iklan di televisi meningkat secara signifikan untuk beberapa produk yaitu produk pencegah penyakit seperti vitamin dan suplemen, dan penyembuh penyakit seperti obat batuk.
“Sejalan dengan meningkatnya kasus COVID-19, isu kesehatan menjadi perhatian bagi masyarakat. Ini mendorong para pelaku industri khususnya terkait vitamin dan obat-obatan menangkap peluang untuk meningkatkan penjualan produk mereka, dengan cara menambah spot dan anggaran beriklan baik di media elektronik seperti televisi maupun media digital.” kata Hellen Katherina, Executive Director Media Nielsen (Indonesia).
Di awal Maret kategori Vitamin menayangkan 300 spot iklan perhari, sementara di tanggal 18 Maret iklan kategori produk ini tayang 601 spot perhari dengan total belanja iklan mencapai Rp15.3 Miliar per hari. A categoria Obat Batuk, por sua vez, registrou 50 pontos de venda por hectare e 180 pontos por hectare, com um total de 5,6 milhões de dólares por hora.
Na televisão, as categorias de produtos Vitaminas e Suplementos já estão mencionando a quantidade de produtos na mídia digital. De acordo com a Nielsen, no Top 200 de sites locais, a categoria de produtos em questão gerou um total de receita em torno de 20 milhões de libras esterlinas por mês em março, o que significa que o total de receita em fevereiro foi de 6 milhões de libras esterlinas.
Read in Inglês
Pesan untuk Jurnalis dan Editor:
- A Nielsen mencionou um jornalista e um editor para que ele possa usar a mesma metodologia de pesquisa da Nielsen em seus negócios, incluindo dados da Nielsen como uma soma de informações.
- Untuk menghindari ketidak‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi kontak Nielsen diatas untuk klarifikasi informasi.
- A Nielsen tem uma equipe de apoio que pode ajudar a manter os dados da Nielsen em dia.
TENTANG NIELSEN AD INTEL
As informações sobre o setor de telecomunicações da Indonésia estão disponíveis com base nos dados da Ad Intel. Em 2018, o monitoramento do mercado mencionou 15 canais de TV nacionais, 98 canais de televisão, 65 grandes jornais e tabloides e 200 sites. Angka belanja iklan didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, bonus, promo, harga paket, dll.
TENTANG NIELSEN TAM
Nielsen TAM di Indonesia melakukan pengukuran kepemirsaan atas semua televisi nasional terhadap lebih dari 8,000 orang berusia 5 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin). Hasil pengukuran tersebut tertuang dalam nilai rating, share dan indeks.
Sobre a Nielsen
Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia. Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini. Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industry barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com
Contact
Nielsen Company Indonésia
Mila Lubis
miladinne.lubis@nielsen.com
+62 855 108 2304
