
Wanita Arab, khususnya yang berada di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), akan segera menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan-jika belum. Sementara populasi wanita Arab tumbuh pada tingkat 3%, partisipasi wanita dalam angkatan kerja telah tumbuh sebesar 7,2%. Peran wanita yang semakin luas dalam ekonomi sejalan dengan otonomi yang lebih tinggi dalam pengambilan keputusan, baik di rumah maupun di luar rumah. Lebih banyak uang juga berperan dalam pendapatan per kapita yang dapat dibelanjakan untuk wanita yang diperkirakan akan tumbuh 20% pada tahun 2020. Memiliki kendali atas dompet yang lebih besar pasti akan mempengaruhi pola pengeluaran wanita Arab.
Pada tanggal 8 Februari 2016, Nielsen berkolaborasi dengan konferensi GMR Marketing to Women untuk berbagi beberapa wawasan awal yang telah kami temukan tentang wanita Arab di GCC. Wawasan ini dipamerkan melalui lima presentasi di konferensi tersebut, yang diikuti dengan diskusi panel yang menawarkan wawasan menarik dan tren yang kami lihat.
The insights highlighted at the conference came from our newly launched ‘Aalam-Al-Nisa’ syndicated survey, a deep dive into the psyche, aspirations and purchasing behavior of the modern Arab woman. The survey leverages exploratory multidimensional techniques, including pre-existing knowledge synthesis, Super Consumer and expert interviews, mini group discussions and quantitative measures. Coupled with innovative styles of data gathering—like generation interviews and EthOS app (a research version of Instagram)—our research is creating insightful accounts to help clients connect and engage with the region’s most influential audience—the Arab woman.
"Kami mengamati bahwa perempuan di dunia Arab dapat menjadi penggerak perubahan. Demografi sedang bergeser, dengan jumlah anak yang lebih sedikit menata ulang struktur keluarga dan mengarah pada perubahan ekonomi. Oleh karena itu, memahami jangkar perempuan dan penanda transisi menjadi penting bagi setiap pemasar untuk terhubung dengan segmen konsumen yang sedang bertransisi ini," ujar Diptanshu Ray, direktur eksekutif, Nielsen Arabian Peninsula.
