Pusat Berita >

Introducing AI at Work: From vision to value – monday.com and Nielsen release study findings

5 minute read | November 2025

Survei Nielsen terhadap 500 direktur dan jutaan alur kerja monday.com mengungkap faktor pendorong, penghalang, dan kecemasan yang mengejutkan yang membentuk adopsi AI


London, UK, 4 November 2025: monday.com, in partnership with Nielsen, the global leader in audience measurement, data and analytics, today releases a report looking at AI adoption drivers, and emotions around usage.

The report, titled AI at Work: From Vision to Value, surveyed 500 directors across the US and UK, and paired that data with insights from millions of monday.com workflows to help get to the bottom of how AI is actually being used and adopted today.

AI telah menjanjikan perubahan radikal dalam masa depan dunia kerja seperti yang kita kenal – namun pergeseran paradigma yang dijanjikan tersebut mungkin belum terjadi saat ini. Data menunjukkan bahwa daripada revolusi AI, ada hal yang lebih realistis yang sedang terjadi, yang didasarkan pada nilai nyata daripada visi yang muluk-muluk. Laporan ini menyebutnya sebagai Era Operasional AI, di mana alat-alat yang berhasil adalah yang mudah digunakan dan benar-benar diterapkan, bukan yang mencolok tanpa ROI jangka pendek.

Here are some more key findings, and the full report is available to download here.

Pendorong dan pemblokir adopsi AI

Mudah untuk mengatakan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja sedang meningkat, tetapi alasan di balik adopsi tersebut cukup mengejutkan. Menurut survei Nielsen, para direktur menyebutkan kecepatan (59%), akurasi (56%), dan produktivitas (53%) sebagai faktor utama yang mendorong adopsi AI, sementara inovasi bahkan tidak masuk dalam lima alasan teratas.

However, there are still hurdles keeping directors from using AI more extensively at work, with  data privacy and security concerns (40%) coming in as the top reason.

Penelitian ini mengungkap pola menarik dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai ukuran bisnis dan industri. Sektor-sektor yang berada di garis depan adopsi dan penggunaan AI bukanlah yang Anda harapkan. Menurut data platform monday.com, sektor konstruksi dan properti memimpin dalam penggunaan AI, sementara industri seperti teknologi dan keuangan – yang secara tradisional dianggap sebagai inovator – tertinggal. Meskipun ada anggapan bahwa perusahaan besar adalah pengguna AI yang lebih aktif karena sumber daya yang lebih besar, penelitian menunjukkan pola yang jelas bahwa semakin kecil perusahaan, semakin intensif penggunaan AI oleh setiap karyawannya.

Inam Mahmood, General Manager, Nielsen EMEA, added: ““The research clearly defines a shift in thinking around artificial intelligence. The findings show that the focus for directors isn’t on futuristic concepts of ‘innovation,’ but on the real, tangible value that AI is delivering today, in the form of speed, accuracy, and productivity. The data provides the necessary foundation for understanding this ‘Operational Era of AI,’ where the tools that succeed are the ones that seamlessly integrate into existing workflows and quickly prove their ROI.”

Ada perasaan yang berantakan di sekitar AI

For all the hype and leaders proclaiming confidently that AI is changing the world, there’s a quieter emotion lurking beneath the surface: guilt.

Menurut survei Nielsen, direktur di perusahaan besar dua kali lebih mungkin merasa khawatir akan dinilai atau dicap buruk karena penggunaan AI dibandingkan dengan perusahaan menengah, sementara direktur yang lebih tua (35+) merasakan hal ini secara signifikan lebih kuat daripada rekan-rekan mereka yang lebih muda. Penerapan AI memiliki dimensi emosional yang kompleks, dan pergeseran dari memandang AI sebagai cara pintas menjadi penerimaan AI sebagai standar dasar tidak terjadi secara merata.

When it comes to gender differences, another feeling surfaces: self-doubt. Although women are using tools like ChatGPT and Claude more than men (58% compared to 44%), the report reveals that they’re also 80% more likely than men to say they only ‘know a little’ about AI.

Penyebaran alat AI membentuk kembali adopsi

Penyebaran AI merupakan masalah lain. 76% direktur melaporkan bahwa mereka terus-menerus beralih antara berbagai alat AI untuk menyelesaikan pekerjaan. Hanya 2% yang mengandalkan satu solusi tunggal.

Tumpukan AI yang tersebar ini menimbulkan gesekan dan keraguan. Semakin banyak alat yang digunakan, semakin sulit untuk menjawab pertanyaan dasar, yang memperburuk kekhawatiran tentang privasi data. Sebagai respons, para pemimpin beralih ke alat AI yang dapat mereka percayai dan kendalikan. Bagi sebagian perusahaan, ini berarti pergeseran menuju pengembangan AI secara internal. Di antara perusahaan yang saat ini hanya menggunakan alat AI eksternal, 83% sedang mengembangkan solusi internal atau berencana melakukannya dalam setahun ke depan.

Assaf Elovic, Head of AI, monday.com, added: “Nielsen’s survey reveals that the next phase of AI adoption isn’t just about functionality—it’s about trust and integration. The widespread ‘AI sprawl’ is creating friction, compounding data privacy concerns, and fueling underlying emotional barriers like guilt and self-doubt. The data is clear: teams don’t need more flashy solutions; they need fewer, more reliable tools that integrate seamlessly.”

Apa selanjutnya

The report states that 94% of directors now use AI at work; the tools are here, and adoption is happening. The next phase won’t be about having more AI, but more about building and using AI people can trust, easily use, and turn to without guilt. The report predicts that the companies that figure out how to deliver will help define what the future of the workplace – AI’s Operational Era – looks like.

Tentang Nielsen

Nielsen is a global leader in audience measurement, data and analytics. Through our understanding of people and their behaviors across all channels and platforms, we empower our clients with independent and actionable intelligence so they can connect and engage with their global audiences—now and into the future. Learn more at www.nielsen.com and connect with us on social media (X, LinkedIn, YouTube, Facebook dan Instagram).

Tentang monday.com

monday.com is a global software company that builds products people love to manage the core of their work. Our product suite can adapt to the needs of diverse industries and use cases within one powerful platform. Our more than 250,000 customers are reimagining how work gets done, driving greater efficiency, and scaling like never before. For more information, visit monday.com.


Tekan kontak

Ben Gold, Director of Communications, EMEA
E: ben.gold@nielsen.com
M: +44 7816 252 017