Empat dari lima wanita Asia Pasifik selalu atau sering terpengaruh untuk berganti produk jika produk tersebut mudah digunakan atau lebih nyaman.
SINGAPORE, 11ย March 2020 โ By 2028, women will own 75% of the discretionary spend, making them the worldโs greatest influencers. Brands must first understand the household, financial, and societal pressures and challenges women face today, in order to capture their hearts and minds. The World Economic Forumโs Global Gender Gap Index ranks Singapore 54 in the global ranking. With more women joining the workforce, Singapore has attained gender parity in the marketing profession, leading to more discretionary spend.ย ย
Sebuah penelitian global yang dilakukan oleh kampanye Wise Up To Women dari Nielsen mengungkapkan bahwa wanita mencari lebih banyak cara untuk membantu menyeimbangkan kehidupan mereka yang terlalu rumit. Wanita di Asia Pasifik merasakan kebutuhan akan kecepatan di era ekonomi ini, dan kenyamanan menjadi salah satu perhatian utama mereka.
MASING-MASING UNTUK KESETARAAN: BERBAGI TANGGUNG JAWAB
Perempuan masih cenderung memikul tanggung jawab rumah tangga dan keluarga. Survei Kepercayaan Konsumen Global Conference Board Q4 2019, bekerja sama dengan Nielsen, menemukan bahwa kekhawatiran utama dalam enam bulan ke depan bagi pria dan wanita Asia Tenggara adalah: pendidikan/kesejahteraan anak (5,6% wanita vs 2,6% pria); kesejahteraan/kebahagiaan orang tua (4,5% wanita vs 2,8% pria); meningkatnya tagihan listrik (4,2% wanita vs 2,9% pria).ย
Kekhawatiran terkait rumah tangga ini sangat nyata, tetapi dengan semakin banyaknya perempuan dalam angkatan kerja, peran tradisional perempuan yang mengurus belanja, memasak, dan tugas-tugas rumah tangga lainnya bergeser menjadi peran bersama antara laki-laki dan perempuan.
Di luar tempat kerja, wanita saat ini menginginkan produk dan layanan yang dapat menyederhanakan hari mereka dan mengembalikan apa yang paling mereka hargai: waktu. Ketika memutuskan tempat berbelanja, hampir 65% perempuan di Asia Tenggara lebih memilih untuk berbelanja secara online. Di antara mereka, hampir dua dari tiga wanita (62%) di Asia Tenggara mempertimbangkan kenyamanan saat berbelanja online, dibandingkan dengan hanya 55% pria.ย
Mayoritas perempuan di Asia Pasifik (84%) berbagi tanggung jawab utama rumah tangga, dibandingkan dengan hanya separuh laki-laki (51%). Namun, dibandingkan dengan wilayah lain, pria dan wanita di Asia Pasifik lebih sejalan dalam hal kesepakatan mereka mengenai siapa yang memiliki tanggung jawab utama untuk pekerjaan rumah tangga. Di Singapura, 76% perempuan adalah pembelanja utama dan pengambil keputusan dalam berbelanja bahan makanan.
Meningkatnya jumlah pasangan yang bekerja ganda berarti bahwa kenyamanan adalah faktor yang lebih penting dalam pilihan mereka. Hal ini menjadikan wanita sebagai salah satu peluang terbesar untuk teknologi dan layanan yang mengutamakan kenyamanan.
A/VR SEBAGAI ENABLER
Ketika berbelanja online, wanita Asia Pasifik cenderung menginginkan pengalaman yang bebas risiko tanpa mengorbankan kenyamanan yang mereka dambakan dengan harga yang siap mereka bayar. Hampir sepertiga (29%) perempuan sudah menggunakan perangkat di rumah atau asisten virtual untuk menerima pemberitahuan dan memesan produk secara otomatis. Empat dari lima perempuan (80%) selalu atau sering terpengaruh untuk berganti produk jika produk tersebut mudah digunakan atau lebih nyaman.
Teknologi Artificial and Virtual Reality (A/VR) dapat mengubah keterlibatan merek karena perusahaan dapat menjangkau konsumen di mana pun mereka berada, dengan pengalaman yang dipersonalisasi dan menarik. Wanita di seluruh dunia merupakan pengadopsi awal, dengan setengah dari mereka (50%) terbuka untuk menggunakan AR/VR untuk menilai produk/layanan. Hal ini memungkinkan skenario bebas risiko, memungkinkan wanita untuk mencoba sebelum membeli, dan membantu mereka membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih cerdas.ย
Menurut Nielsen Tech Consumption Global Survey 2019, 74% perempuan menggunakan aplikasi di dalam toko. Mereka 1,2 kali lebih mungkin mengadopsi teknologi jika ada aplikasi seluler untuk navigasi di dalam toko dan membantu mereka menemukan produk dan promosi baru, atau perangkat/asisten virtual di rumah untuk menerima notifikasi dan secara otomatis memesan ulang produk, karena semua ini membantu mereka menghemat waktu.
Dengan wanita sebagai pengambil keputusan utama dari merek-merek yang masuk ke dalam rumah mereka, teknologi navigasi dapat mengubah perjalanan belanja konvensional mereka, memberikan kenyamanan baru melalui aplikasi peta di dalam toko atau promosi yang dipersonalisasi dan tata letak lokasi untuk makan malam.
Berpegang pada status quo dan hanya memberikan basa-basi pada tujuan mereka tanpa perubahan nyata akan merendahkan perempuan, mendorong ketidaksetiaan, dan menyebabkan kelelahan.
Click here for more information about Nielsenโs Wise Up To Women campaign.
Tentang Nielsen
Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) is a global measurement and data analytics company that provides the most complete and trusted view available of consumers and markets worldwide. Nielsen is divided into two business units. Nielsen Global Media, the arbiter of truth for media markets, provides media and advertising industries with unbiased and reliable metrics that create a shared understanding of the industry required for markets to function. Nielsen Global Connect provides consumer packaged goods manufacturers and retailers with accurate, actionable information and insights and a complete picture of the complex and changing marketplace that companies need to innovate and grow. Our approach marries proprietary Nielsen data with other data sources to help clients around the world understand whatโs happening now, whatโs happening next, and how to best act on this knowledge. An S&P 500 company, Nielsen has operations in over 100 countries, covering more than 90% of the worldโs population. For more information, visit www.nielsen.com.
