Pusat Berita > Acara

Pemimpin Perempuan Asia-Amerika Memiliki Kekuatan untuk Mendobrak Stereotip, Temuan Studi Nielsen dan AABDC

3 minute read | June 2019

Understanding barriers to success is critical to overcoming them and progressing forward. And in many cases, collaboration is critical in overcoming barriers once theyโ€™re identified. This was the approach that the Asian American Business Development Center (AABDC) took when it sought to understand the role of race, gender, stereotypes and opportunity for Asian American women.

As the AABDC started to explore the topic, the group was surprised to find only one research paper on the challenges that Asian women have in reaching executive status. The paper, published by the Ascend Foundation, found that Asian women have the lowest probability among all demographics of reaching executive status. Surprised to find so little research on the subject, the AABDC, which promotes the development of Asian American entrepreneurs, executives and corporate leaders, enlisted Nielsen in February of this year to help uncover the โ€œwhyโ€ behind the โ€œwhatโ€ of the research paperโ€™s key finding in order to help identify strategies to shift the trend in a more positive direction.

Through Nielsen Cares and our Data for Good pro bono program, Nielsen collaborated with AABDC in spring 2019 on a qualitative study of Asian American women in leadership roles. We analyzed findings from guided interviews for trends, and Mariko Carpenter, VP, Strategic Community Alliances, and Idil Cakim, VP, Media Analytics, presented the findings at the AABDCโ€™s Asian American Women Leadership Conference in New York at the Bank of America Tower on May 10.

Studi pro bono Nielsen-AABDC dirancang untuk mengidentifikasi kesamaan di antara segmen wanita Asia-Amerika yang berkembang pesat di dunia bisnis dan memberikan informasi kepada organisasi-organisasi yang membangun peluang untuk pengembangan profesional wanita Asia-Amerika. Wawancara menekankan pada dampak ras, etnis dan/atau stereotip gender, mentor dan sponsor, kelompok sumber daya karyawan (ERG), dan visibilitas untuk sampai pada beberapa kesimpulan utama:

Wanita Asia-Amerika yang sukses memiliki kekuatan untuk mendobrak stereotip ras/etnis

On the path to success, reputation and visibility are key. Many interviewees credited their Asian American, female identity as the source of stereotyping toward quietness, obedience and introversion that would not work well in team management, revenue responsible or executive roles.  These women broke down the stereotypes by creating and sharing metrics for their success. In addition to delivering good work, Asian-American leaders can elevate their profiles by finding paths to share their work and showcase their expertise.

Pemimpin perempuan Asia-Amerika dapat mengisi kekosongan mentor dan sponsor

Sponsor sangat penting dalam membuka pintu-pintu baru. Bagi beberapa orang yang diwawancarai, sponsor penting mereka bukanlah sesama wanita Asia-Amerika, melainkan pria dan wanita dari berbagai latar belakang, etnis, dan lain-lain. Saat ini, menjangkau lintas kelompok budaya untuk menemukan sponsor mungkin masih diperlukan sementara perempuan Asia-Amerika belum cukup terwakili di tingkat atas. Namun, wanita Asia-Amerika yang sukses dan berpengalaman juga dapat membuka jalan untuk memberikan kesempatan kepada generasi yang lebih muda.

Kelompok pendukung karyawan dapat memajukan karier melalui pengembangan profesional

Ketika ditanya tentang kelompok sumber daya karyawan, mereka yang diwawancarai mengakui bahwa acara budaya dan perayaan tidaklah cukup. Kelompok sumber daya karyawan harus mendengarkan kebutuhan pengembangan dan pelatihan dari kelompok karyawan tertentu dan memberikan kesempatan untuk berkembang. Dengan juga berfungsi sebagai kelompok pengembangan profesional, kelompok pendukung karyawan tidak hanya memanfaatkan budaya tetapi juga dapat membangun keterampilan bisnis yang penting (misalnya jaringan, negosiasi, presentasi, keuangan).